Saiful menuliskan tantangan untuk Anwar dalam surat elektronik yang dia kirimkan ke stasiun televisi Malaysia, TV3.
"Kebenaran akan terungkap. Dusta pasti akan terkuak," tulis pria 23 tahun itu seperti diberitakan The Star, Rabu (9/7/2008).
Menurut Saiful yang juga bekas asisten pribadi Anwar, isu sodomi bukanlah hal politis. Itu adalah persoalan pribadi keduanya. Itu sebabnya, Saiful berharap publik bisa tetap tenang dan menerima kenyataan itu dengan lapang dada.
"Saya menerima semua kritik dengan lapang dada. Sebagai korban, saya punya hak untuk mendapat perlindungan," kata Saiful.
Dia pun mengakhiri surat elektronik itu dengan menantang Anwar menentukan tanggal untuk merealisasikan tantangan itu melalui mubahalah.
Mubahalah adalah doa yang bersungguh-sungguh di antara dua pihak yang berbeda pendapat. Tujuannya, agar Allah menjatuhkan kutukan berupa laknat kepada pihak yang berdusta.
"Beri tahu pada saya, kapan waktunya. Saya tidak takut untuk memegang janji saya," ujar Saiful.
Pada Sabtu 28 Juni 2008, Saiful melaporkan Anwar ke Kantor Polisi Jalan Travers, Kuala Lumpur. Dia menyebut Anwar telah menyodominya di kondominium Desa Damansara pada Kamis 26 Juni 2008. Namun Anwar membantahnya dan menyebut kasus itu hanya rekayasa belaka. (fiq/fay)











































