"Dia selalu penuh semangat dan selalu kritis," kata orang tua Pungkas, Mumpangat dalam percakapan dengan detikcom, Rabu (9/7/2008).
Dari foto-foto yang dikirimkan keluarga, tampak aktivitas Pungkas yang berkaitan dengan pendakian. Di salah satu foto, dia bersama rekan-rekannya tampak menikmati kegemarannya itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di rumahnya di Kompleks Larangan Indah, Ciledug, Tangerang pun terasa suasana duka. Namun ketegaran tampak di mata keluarga yang hidup sederhana itu.
Kelahiran 11 April 1988, Pungkas masih duduk di tahun pertamanya di jurusan desain interior di Universitas Mercu Buana. "Kami sekarang menunggu perkembangan dari Kwarnas dan Kedubes AS," harap Mumpangat terkait proses evakuasi jenazah yang terkendal cuaca buruk.
Pungkas telah tiada, namun upayanya menancapkan merah putih tidak sia-sia. "Yang pasti saya bangga karena obsesi anak saya terwujud," tandas Mumpangat.
Merah putih telah berkibar di Mc Kinley. Purna sudah tugas Pungkas. Salam dan doa teriring untuknya. Selamat jalan Pungkas.
(ndr/fay)











































