Menurut Halifah (25), salah seorang tetangganya, Dzanibah sering membantu tetangganya yang tidak mampu. "Setiap lebaran sering bagi-bagi sarung. Juga kalau membuat kue atau membeli buah, sering dibagi-bagi ke tetangga," tutur Halifah ketika ditemui detikcom saat menghadiri ta'ziyah di rumah duka, Jl Muhammad Yamin, Makasssar.
Halifah juga menuturkan kalau korban adalah sosok yang supel dan tidak melih-milih warga yang ingin disapanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak Punya Firasat
Sementara itu, anak tertua Dzanibah, Wahyuddin (22), tidak punya firasat apa-apa sebelum ibunya meninggal. "Saya tidak punya firasat apa-apa. Hanya syok saat tahu ibu telah meninggal," ucap Wahyuddin.
Saat Dzaniba meninggal, Wahyuddin berada di Kabupaten Enrekang, bersama ayahnya, Werrang. Werrang adalah pegawai di Dinas PU Kabupaten Enrekang.
Wahyu juga mengungkapkan jika ibunya tidak pernah punya masalah di kantor. "Tidak ada. Ibu saya tidak pernah cerita kalau punya masalah," ungkapnya. (gun/djo)










































