Kepala Bidang Bantuan Jaminan Sosial Dinas Sosial Kota Ambon Hendrik Terinathe menjelaskan bahwa rumah yang rusak itu tersebar di 5 kecamatan.
"Itu yang kami identifikasi," ungkap Hendrik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Desa Passo, Kecamatan Baguala, dan Leo Korteluw, warga Kelurahan Benteng, Kecamatan Sirimau.
Sementara seorang pelajar SD, Stevi Haumase (7) juga dilaporkan tewas terseret arus selokan. Menyikapi kondisi itu, pihaknya kata Hendrik, sudah melakukan bantuan tanggap darurat berupa beras, ikan kaleng, mie instan, kecap, dan minyak goreng yang disalurkan kepada korban bencana, sedangkan bantuan untuk perbaikan rumah merupakan tanggung jawab Dinas PU Kota Ambon.
Terkait cuaca yang kurang bersahabat di ibukota provinsi Maluku akhir-akhir ini, Hendrik mengimbau warga Kota Ambon untuk berhati-hati. "Berbagai kemungkinan yang bisa terjadi sewaktu-waktu terutama bagi warga yang tinggal di bantaran sungai dan pegunungan," jelasnya.
Sementara itu pihak Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Ambon masih memperingatkan warga yang tinggal di daerah pinggiran sungai dan lereng-lereng bukit untuk berhati-hati dan waspada karena curah hujan yang tinggi masih akan terjadi selama beberapa hari mendatang. Begitupun warga yang tinggal di bibir pantai untuk berhati-hati dengan air pasang. (han/ndr)











































