Kapal Bermuatan Raskin Tenggelam di Perairan Ambon

Kapal Bermuatan Raskin Tenggelam di Perairan Ambon

- detikNews
Selasa, 08 Jul 2008 21:38 WIB
Ambon - Gelombang setinggi 4 meter menghantam Kapal Motor Indo Jaya. Akibatnya kapal yang memuat beras miskin (raskin) ini tenggelam di perairan Ambon, Maluku. Untungnya, 6 awak kapal dapat menyelamatkan diri.

Sejatinya kapal yang bertolak dari pelabuhan Slamet Riyadi, Ambon ini hendak menuju Pulau Banda, Kabupaten Maluku Tengah. Namun sekitar pukul 21.00 Wit, Selasa (8/7/2008) di lepas pantai Desa Hukurilla, Kecamatan Leitimur Selatan, Ambon.

Kapolres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, AKBP Didik Widjanarko kepada detikcom via telepon membenarkan hal ini. Informasi tenggelamnya kapal barang ini, kata Didik diperoleh dari Camat Leitimur Selatan W Pattiruhu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami dapat informasi ada kapal tenggelam dari Camat Leitimur Selatan," ujar Kapolres.

Menurut penuturan Camat, lanjut Didik, ABK diselamatkan warga Desa Hukurilla setelah mendapat laporan dari sejumlah anak-anak yang tengah bermain di pantai.

"Saat Kapal tenggelam anak-anak di Desa Hukurilla yang menyaksikannya. Mereka langsung melaporkan kepada warga. Ratusan warga Desa Hukurilla langsung melakukan penyelamatan terhadap ABK. Sementara kapal terlanjur karam," jelasnya.

Tinggi Gelombang Capai Tujuh Meter di Perairan Maluku


Sementara itu bertepatan dengan Pemilihan Kepala Daerah Maluku pada Rabu 9 Juli, tinggi gelombang laut di perairan Maluku diperkirakan mencapai 7 meter. Mengetahui kondisi laut yang tidak bersahabat ini, pihak Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) klas I Ambon memperingatkan warga untuk berhati-hati.

"Dari hasil pantauan BMG, besok (Rabu), tinggi gelombang laut mencapai tujuh meter dan akan terjadi di sejumlah laut di Maluku, termasuk teluk Ambon," papar Kepala BMG Benny Sipolo saat dikonfimasi detikcom via telepon.

Sedang tinggi alun diprediksikan mencapai 2-4 meter. Dan arah angin akan bertiup dari arah timur ke selatan dengan kecepatan 10 hingga 50 meter per jam. Hujan pun akan terjadi di seluruh kawasan Maluku. Menyikapi informasi BMG, pihak Administrasi Pelabuhan (Adpel) Ambon, langsung mengeluarkan surat larangan berlayar bagi kapal-kapal di bawah 20 GT.

"Kami mengantisipasi hal-hal yang akan terjadi. Jadi larangan berlayar kami berlakukan," ujar staf Adpel Ambon Abdul Karim Tuanaya. (han/ndr)


Berita Terkait