Intimidasi Mulai Terjadi di Aceh

Pemilu 2009

Intimidasi Mulai Terjadi di Aceh

- detikNews
Selasa, 08 Jul 2008 14:03 WIB
Banda Aceh - Kabar adanya intimidasi oleh beberapa partai politik (parpol) di Aceh ternyata bukan isapan jempol belaka. Sejumlah warga mengaku diancam untuk memilih parpol tertentu.

Sebut saja di Aceh Timur. Beberapa masyarakat mengaku didatangi "orang-orang" dari dari sebuah parpol lokal untuk memilih partainya pada pemilu 2009 mendatang.

Salmah (50), warga Peureulak mengaku dua hari lalu didatangi pengurus parpol. Yang intinya meminta agar Salmah mendukung dan memilih parpol orang-orang tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kejadian serupa juga terjadi di Aceh Utara. Masyarakat mengakui jika orang-orang parpol tertentu memaksa untuk memilih partainya.

Bahkan, Bupati Aceh Utara, Ilyas A Hamid mengaku dirinya sudah menerima laporan ada pengurus partai politik yang mulai melakukan intimidasi terhadap masyarakat. Menurutnya, intimidasi itu antara lain berupa tekanan untuk tidak memilih parpol lain dan tidak boleh ada parpol lain pada suatu daerah untuk mengikuti pemilu 2009 mendatang.

Ungkapan kekecewaan ini dikeluarkan Ilyas saat melantik anggota KIP Aceh Utara di Pendopo setempat Senin 7 Juli.

Menariknya lagi, kabar intimidasi ini bukan hanya terjadi kepada masyarakat di daerah. Akan tetapi juga terjadi pada beberapa parpol lokal di Aceh yang berkantor di Banda Aceh.

Salah seorang pengurus parpol di Aceh yang lolos verifikasi faktual yang diumumkan KIP Aceh kemarin, kepada detikcom mengatakan, intimidasi ini sudah terjadi sejak dua minggu lalu.

Pengurus parpol lokal yang tidak ingin disebutkan namanya ini mengaku ada sebuah partai lokal yang selalu mendapatkan intimidasi. Namun dirinya belum bisa menyebut parpol lokal apa yang mendapatkan intimidasi tersebut.

"Intimidasi bukan hanya dari parpol lokal, akan tetapi juga datang dari partai nasional," ujarnya saat ditemui di Banda Aceh, Selasa (8/7/2008).

Isi intimidasi tentu agar parpol lainnya tidak bisa bergerak, dan memaksa masyarakat tidak memilih salah satu partai dan lainnya. (djo/djo)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini