Peristiwa ini berawal dari kegelisahan keluarga karena Dzaniba tidak juga pulang ke rumah pada Jumat 4 Juli 2008 petang. Upaya untuk mengontak Dzaniba melalui HP pun tidak berhasil.
Takut terjadi apa-apa, keluarga pun menyusul Dzaniba ke kantornya di Jl Sudirman, Makassar. Namun sesampainya di Gedung BI Sulsel, Dzaniba tidak dijumpai. Ruang kerja wanita tersebut yang berada di lantai 2 juga kosong.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dugaan Jasmin ternyata benar adanya. Saat hendak menggunakan lift, dia mendengar suara rintihan. Ketika didengarkan secara seksama, Jasmin yakin rintihan itu adalah suara kakaknya. Suara itu semakin keras terdengar saat Jasmin menempelkan telinganya ke lantai lift.
Jasmin pun lantas meminta bantuan sejumlah petugas satpam dan polisi untuk memeriksa bagian bawah lift. Jasmin sangat terkejut saat melihat pemandangan di bawah lift. Sebab di situ teronggok tubuh kakaknya dalam kondisi luka parah. Bajunya penuh dengan noda oli dan darah.
"Kakak saya kemudian dibawa ke RS Akademis. Namun setelah mendapat perawatan, dia semalam meninggal," tutur Jasmin.
Jasmin tak habis pikir, bagaimana kakaknya bisa berada di dalam ruangan di bawah lift tersebut. Dia menduga ada pihak-pihak tertentu yang memang ingin mencelakakan atau membunuh kakaknya. (mna/djo)










































