Markus Kailuhu, salah satu nelayan di perahu itu, mengatakan saat kejadian mereka ingin memasang rumpon di kawasan perairan Desa Lateri, Kecamatan Teluk Ambon. Namun tiba-tiba, gelombang datang dan menghempas perahu beserta para nelayan.
"Akhirnya lami semua berenang menyelamatkan diri," ujar Markus, Rabu (8/7/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Markus menambahkan, dirinya bersama keempat lainnya menyelam untuk mencari korban. Namun korban tidak berhasil ditemukan.
Peristiwa ini kemudian dilaporkan kepada aparat kepolisian setempat. Dan pencarian oleh Polair Polda Maluku, tim SAR dan tim Katak AL bersama warga pun dilakukan. Sejumlah speed boat dikerahkan. "Kami kesulitan, selain gelombang, arus juga kuat," kata salah satu anggota tim SAR.
Sebelumnya, Senin 7 Juli, 2 warga Desa Wailikut, Kecamatan Waesama, Kabupaten Buru, juga tewas terbawa arus Sungai Wailikut. Korban terbawa arus saat menyeberangi sungai tersebut.
"Ada dua orang yang meninggal. Satunya penjual pakaian. Keduanya terbawa arus sungai yang kuat," tutur Kepala Desa Wailikut, Hi. Pontororeng.
(han/djo)











































