Tidak biasanya, wajah Artalyta seolah digelayuti mendung saat menyimak pembacaan tuntutan di Pengadilan Tipikor, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (7/7/2008).
Artalyta yang mengenakan baju warna krem itu tampak memijit dahinya. Kata demi kata yang terlontar dari jaksa disimaknya dengan raut wajah tegang. Tak ayal, kerut kening pun tampak jelas dari terdakwa kasus suap jaksa Urip ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bu Ayin bagaimana tadi tuntutannya? Keberatan nggak dituntut 5 tahun penjara?" kejar wartawan.
Namun, tidak sepatah kata pun terlontar dari bibir tipisnya. Segaris senyum datar tersungging ala kadarnya.
Kekecewaan pun tampak di raut wajah puluhan pendukung Artalyta yang menghadiri sidang itu. Kekecewaan itu berlanjut sesampainya Artalyta di ruang khusus terdakwa, sesaat sebelum Artalyta dibawa ke rutan. Beberapa kali Artalyta tampak mengepalkan tangannya.
"Gila, 5 tahun! Keterlaluan! Merugikan negara juga nggak," cetus salah satu pria pendukung Ayin yang mengenakan kemeja merah bergaris. (fiq/fay)











































