Menurut keterangan saksi yang juga staf USAID Makassar, Safarudin, ancaman bom itu diterima melalui telepon sekitar pukul 12.10 Wita, Senin (7/7/2008).
"Penelepon itu seorang pria. Dia mengatakan, saya taruh bom di sekitar kantor bapak," ujar Safarudin di kantor USAID Jl Buakana, Makassar, Sulawesi Selatan (Susel).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tidak lama kemudian, sejumlah anggota tim gegana dari Polda Sulsel berdatangan ke kantor USAID Makassar. Mereka melakukan penyisiran ke sejumlah lokasi yang mencurigakan. Namun hingga pukul 14.00 Wita, petugas tidak menemukan benda yang dicurigai sebagai bom.
Akibat teror bom ini, arus lalu lintas di Jl Buakana sempat ditutup sementara. Ancaman bom itu juga sempat membuat sejumlah pegawai USAID Makassar panik. Mereka berhamburan keluar kantor saat mengetahui ada ancaman bom. (djo/fay)











































