Diserbu Pedagang, Carrefour Lebak Bulus Tutup

Diserbu Pedagang, Carrefour Lebak Bulus Tutup

- detikNews
Senin, 07 Jul 2008 13:04 WIB
Jakarta - Sekitar 1000 orang menyerbu kantor pusat Carrefour di Lebak Bulus. Mereka datang bukan untuk belanja kulakan, melainkan berunjuk rasa menuntut penutupan cabang baru perbelanjaan Carrefour di Mega Mall Pluit.

Massa yang datang siang ini, Senin (7/7/2008), seluruhnya adalah pedagang pasar tradisional dari se-antero Pluit, Jakarta Utara. Mereka khawatir gulung tikar gara-gara pelanggangannya beralih belanja ke Carrefour Mega Mall Pluit yang cuma 1,5 kilometer jauhnya dari pasar tradisional.

"Kami khawatir gulung tikar seperti pedagang di pasar-pasar lain. Jaraknya dari pasar tradisional terlalu dekat, ini kan melanggar perda," seru Rico Sinaga, koordinator aksi, di pelataran Carrefour Lebak Bulus, Jakarta.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pria separuh baya yang sehari-harinya berjualan sayur di Pasar Penjaringan ini menjelaskan aturan batasan jarak diatur dalam Perda 2/2002 tentang Perpasaran Swasta. Di dalam produk hukum itu disebutkan bahwa jarak minimal antara bangunan pasar tradisional dan pasar modern adalah 5 kilometer.

Di belakang Rico terbentang spanduk raksasa ukuran 2x8 meter bertulis 'Carrefour Mega Mall Pluit Langgar Perda. Tutup sekarang juga". Sementara seribuan pedagang acung-acungkan poster menuntut penutupan sambil meneriakkan kekhawatiran dan kecaman mereka.

Sejauh ini belum ada kepastian siapa dari pihak Carrefour yang akan menerima perwakilan pengunjuk rasa untuk berdialog. Tapi menajemen jaringan perbelanjaan asal Prancis itu telah meminta bantuan Polres Kebayoran Lama bersiaga di lokasi dan mengamankan keadaan.

Akibat 'sebuan' pedagang pasar ini, Carrefour Lebak Bulus menghentikan sementara aktifitasnya. Calon pengunjung yang hendak datang berbelanja terpaksa ditolak, sedangkan pembeli yang sudah ada didalam dapat meninggalkan lokasi dengan aman.


(lh/fay)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads