Perumal menghilang sejak beberapa hari lalu. Detektif pembuat geger itu diyakini tengah bersembunyi atau disembunyikan pihak-pihak tertentu.
Demikian disampaikan Direktur Departemen Investigasi Kriminal Malaysia Bakri Zinin kepada wartawan di Kuala Lumpur, seperti dilansir harian Straits Times, Senin (7/7/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kepolisian negara telah disiagakan untuk menemukan dia. Kami telah memberitahu Interpol juga kepolisian di negara-negara tetangga," kata Bakri.
Menghilangnya Perumal kian meramaikan drama politik yang terjadi di Malaysia sejak pemilihan umum 8 Maret lalu.
Perumal membuat geger pada Kamis, 3 Juli lalu dengan mengatakan kalau Najib pernah berhubungan seks dengan Altantuya Shaariibuu, wanita Mongolia berusia 28 tahun yang dibunuh pada 19 Oktober 2006 silam. Tubuh Altantuya bahkan diledakkan dengan bahan peledak di kawasan hutan di pinggiran Kuala Lumpur.
Hal itu disampaikan Perumal dalam konferensi pers dengan tokoh oposisi Malaysia, Anwar Ibrahim. Menurut Perumal, sumber informasinya itu adalah Abdul Razak Baginda, analis politik yang sedang diadili atas tuduhan terlibat pembunuhan Altantuya. Abdul Razak merupakan teman dekat Najib.
Namun kurang dari 24 jam kemudian, Perumal mencabut pernyataannya. Alasannya, saat itu dia dalam tekanan. Perumal kemudian mengeluarkan pernyataan bahwa apa yang telah disampaikannya adalah keliru dan Abdul Razak tak pernah memberitahu soal hubungan antara Najib dan Altantuya.
Tak lama setelah mengeluarkan pernyataan itu, Perumal beserta istri dan ketiga anaknya menghilang. (ita/nrl)











































