Larangan Terbang Uni Eropa Bukan Teknis, Tapi Politis

Larangan Terbang Uni Eropa Bukan Teknis, Tapi Politis

- detikNews
Senin, 07 Jul 2008 11:42 WIB
Jakarta - Sertifikat IATA Operational Safety Audit (IOSA) akhirnya berada di tangan Garuda Indonesia. Meski demikian, Dirjen Perhubungan Udara pesimistis sertifikat itu membuat Indonesia keluar dari larangan terbang Uni Eropa (UE).

Sertifikat IOSA memang menjadi bukti pengakuan dari dunia internasional bahwa Garuda telah memenuhi seluruh syarat dan ketentuan maskapai intermasional. Namun, keputusan UE cenderung politis.

Hal itu disampaikan Dirjen Perhubungan Udara Departemen Perhubungan (Dephub), Budhi M Suyitno, di sela-sela seminar bertajuk DOA (Design Organizational Approval) Executive Seminar di Dephub, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (7/7/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini menjadi berguna pastinya. Semoga bisa menjadi bahan pertimbangan. Tapi Uni Eropa tidak memakai alasan teknis. Mereka merupakan institusi politis, menggunakan mekanisme politis dan instrumen politis dalam pengambilan keputusan," jelas Budhi.

"Namun apapun keputusan mereka, kita tetap akan meningkatkan pelayanan keamanan dan kenyaman industri penerbangan di Indonesia," pungkasnya.

UE akan memperbarui daftar larangan terbang 3 bulanannya, pada sidang yang diadakan di markas UE Brussels, Belgia tanggal 8-9 Juli 2008. Juli 2008, genap 1 tahun Indonesia berada dalam cengkeraman larangan terbang UE. Apakah Indonesia berhasil keluar dari larangan terbang UE?
(fiq/nwk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads