Sejumlah institusi hukum pun tak luput dari imbas pemberitaan Artalyta. Sebut saja Kejaksaan Agung (Kejagung) dan Mahkamah Agung (MA). Dua lembaga pengawal keadilan ini tercoreng dengan keterkaitan sejumlah petingginya yang diduga mempunyai hubungan khusus dengan janda almarhum bos Gajah Tunggal ini.
Namun pendapat lain disampaikan pengacara Artalyta, OC Kaligis. Menurutnya, kasus yang sedang dihadapi kliennya ini justru dijadikan sebagai senjata oleh pihak-pihak tertentu untuk merusak citra Kejagung dan MA.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut pengacara kondang ini, para pejabat di lingkungan Kejagung dan MA dipaksakan untuk bersalah. Padahal menurutnya, dalam fakta-fakta di persidangan, belum cukup bukti kuat adanya pelanggaran yang dilakukan oleh para pejabat tersebut.
"Seperti telepon Artalyta dengan Untung Udji, di sana tidak ada kaitannya dengan kasus Urip. Soal hakim agung juga, semua tuduhan-tuduhan itu tidak benar," elak bapak artis cantik Velove Vexia ini.
Kaligis menuding, KPK selama ini juga tidak bersih dalam melaksanakan tugas-tugasnya memberantas korupsi. Ia mencontohkan, beberapa waktu lalu juga ada penyidik KPK yang mendapatkan suap, yakni Ajun Komisaris Suparman. Ia pun dihukum 8 tahun penjara.
Vonis dijatuhkan pada 23 Februari 2007 oleh MA sesuai keputusan Pengadilan Tinggi Jakarta. Vonis itu lebih ringan 4 tahun dari tuntutan jaksa yakni 12 tahun penjara.
"Jadi KPK juga tidak selalu bersih," tudingnya. (anw/nrl)











































