"Sebagian orang bilang apa yang telah terjadi biarkan terjadi. Sebagai muslim yang baik, kita harus melupakan dan memaafkan. Itu mudah dikatakan jika Anda bukan sasaran kelicikan dan dendam Anwar," kata Mahathir dalam blog pribadinya, www.chedet.com, yang ditulis 5 Juli 2008.
"Anwar telah berhasil menjelekkan nama saya di Amerika Serikat dan Eropa, bahkan juga di negara-negara muslim. Mereka semua berpikir bahwa saya yang memenjarakannya untuk alasan politik," kata Mahathir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mahathir menyebutkan, Anwar menggugatnya 100 juta ringgit Malaysia atas tuduhan sodomi itu. Anwar juga berhasil membuat pengacara Mahathir, VK Linggam, kehilangan kredibilitas.
"Sekarang saya tak punya pengacara membela saya di pengadilan padahal gugatan masih berlangsung. Tak ada kepastian bahwa argumen-argumen hukum hakim tak berakhir pada saya bersalah mempublikasikan dia bersalah karena sodomi meskipun itu benar," kata Mahathir.
Anwar juga berhasil menjelekkan nama Mahathir dalam kasus rekaman telepon Linggam. Dalam rekaman itu, terdengar suara Linggam yang mengatur pengangkatan hakim agung.
"Sekarang Komisi Kerajaaan telah menyebut saya sebagai seseorang yang harus diselidiki meski saya tak ada hubungannya dengan Linggam dan aktivitasnya. Padahal saya hanya tahu Linggam karena dia berhasil dalam sejumlah kasus, lalu saya memilihnya sebagai pengacara saya dalam kasus melawan Anwar," kata Mahathir.
"Badan Pemberantasan Korupsi juga telah menginterogasi saya selama 3 jam. Saya yakin saya akan ditanya pula di pengadilan karena kemungkinan saya melobi dalam penunjukan hakim," tambah Mahathir.
"Namun sejauh ini, mereka tidak menemukan apapun. Sekarang mereka menemukan cara tak langsung menyerang saya," kata Mahathir.
Menurut Mahathir, Anwar memusatkan serangannya pada Wakil PM Dato Seri Najib Razak. Seperti biasa, Anwar selalu memiliki orang lain yang menyerang Najib.
"Sepertinya tak ada koneksi antara siasatnya melawan saya dan Najib, namun jika dilihat pada siapa yang diuntungkan, kita akan mengerti koneksinya," jelas Mahathir. (aba/yid)











































