Sedangkan ekor yang lain terpantau di Jl Fatmawati, perempatan Pondok Indah, maupun Lenteng Agung, Minggu (6/7/2008).
Di busway koridor VI yang melayani Ragunan - Buncit - Mampang - Kuningan - Halimun - Dukuh Atas, perjalanan bus terganggu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal ini menyebabkan headway antarbus tidak teratur dan terjadi penumpukan penumpang yang hendak menuju Kuningan/Halimun.
Salah satu korban macet akibat libur anak sekolah adalah Yan. Guru sebuah SMA ini biasa menumpang bus TransJakarta dari halte Pertanian menuju Halimun.
Ketika hendak membeli tiket, petugas tidak melayani. Mereka beralasan, bus lama datang sehingga ketimbang calon penumpang berkeluh kesah di halte, sebaiknya calon penumpang berada di luar saja, siapa tahu mereka berubah pikiran dan beralih menggunakan kendaraan umum lainnya.
"Jadi penumpang ditahan dulu, kalau ada bus datang, baru dilayani," kata Yan pada detikcom.
Setelah 30 menit menanti, sebuah bus yang sukses keluar dari kepadatan Ragunan, muncul. Petugas loket lalu melayani calon penumpang yang antre. Setelah mengantongi karcis, penumpang masuk ke perut bus. Dengan demikian, bus berhenti beberapa saat untuk menunggu penumpang membeli tiket lebih dulu.
Di perjalanan, penumpang terlihat menumpuk di halte-halte, utamanya di halte GOR Sumantri Brojonegoro. "Busnya padat banget, soalnya jarang yang lewat," kata Yan.
Sementara itu, banyak bus umum lainnya yang enggan mengitari rutenya. Misalnya Kopaja P20 jurusan Lebakbulus-Senen. Bus yang harusnya lewat perempatan Ragunan ini lebih memilih mencari jalur alternatif, tembus-tembus masuk ke Mampang. Akibatnya, penumpang yang hendak turun di Buncit harus naik angkot lagi, padahal harusnya tidak. Pussiiiing...
(nrl/yid)











































