"Yang harus memotori adalah yang setuju. Kalau yang tidak setuju ingin jadi pemimpin, pertama dia akan mengingkari komitmen. Kedua, tidak akan punya kredibilitas di mata rakyat dan akan sarat dengan kecurigaan apa pun hasilnya," kata Wiranto pada detikcom di Silang Monas, Jakarta, Minggu (6/7/2008).
Menurut mantan Panglima ABRI zaman Soeharto ini, DPR tidak boleh main-main dengan usul hak angket kenaikan harga BBM. Jika hasil angket BBM tidak mencerminkan aspirasi rakyat, dikhawatirkan kepercayaan publik akan luntur pada partai politik. Hal ini sangat berbahaya bagi pembangunan demokrasi yang sehat.
"Jangan main-main dengan hak angket, karena hak angket adalah bagian dari upaya anggota Dewan untuk menjaga kepercayaannya di depan publik," pungkas mantan capres Pemilu 2004 ini.
(yid/nrl)











































