Aksi yang digelar di depan pintu masuk TMP di Jl Kusumanegara, Yogyakarta, Sabtu (5/7/2008), diikuti berbagai aktivis mahasiswa dan LSM di Yogyakarta. Saat menggelar aksi massa membawa bendera merah putih, lambang negara Garuda Pancasila dan bendera Aji Damai.
Peserta juga membawa poster bertuliskan 'tegakkan Pancasila dan UUD 1945, wujudkan kebhinnekaan dalam bernegara, usut tuntas mengatasnamakan agama atau apa pun, turunkan harga kebutuhan pokok masyarakat' dan lain-lain.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah seorang koordinator aksi Arifan dalam orasinya mengatakan, Dekrit ย Presiden Sukarno 5 Juli 1959 merupakan upaya menyelamatkan bangsa dari perpecahan. Pada hari ini 5 Juli 2008 merupakan saat yang tepat untuk menyuarakan dekrit kebangsaan untuk mengatasi masalah di Indonesia agar bangsa Indonesia tidak jadi bangsa kuli di negeri sendiri.
"Meski ancaman yang terjadi berbeda, kita membutuhkan kebangkitan rakyat untuk mengatasinya," kata Arif.
Arif mengatakan Aji Damai berusaha terus menyuarakan tegakknya Pancasila dan UUD 1945 serta terwujudnya kebhinnekaan dalama kehidupan masyarakat. Oleh karena itu pihaknya menolak tindakan kekerasan mengatasnamakan agama serta meminta aparat bertindak tegas terhadap pelaku aksi kekerasan.
Dalam aksi yang berlangsung selama lebih kurang satu jam mulai pukul 10.00 hingga 11.00 WIB, massa juga menuntut pemerintah segera menurunkan harga sembako yang semakin tak terkendali. Usai berorasi, beberapa orang peserta kemudian menaburkan bunga mawar di sekeliling patung Jenderal Sudirman sambil mengibarkan bendera merah putih.
(bgs/ana)











































