"Soal penjara, buktikan secara hukum. Indonesia bukan negara intelijen," kata Rizal Ramli di sela-sela launching tabloid Indonesia Monitor di Hotel Century Park, kawasan Senayan, Jakarta, Sabtu (5/7/2008).
Menurut ahli ekonomi ini, ada upaya sistematis memberikan stigma kepada para aktivis yang ingin memperjuangkan kehidupan rakyat. Hal itu pun sangat disayangkan dia. "Kalaupun ada yang melakukan kekerasan, silakan diperiksa. Tapi jangan berikan stigma," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Menurut kami ini tidak benar. Penggunaan kosa kata itu konsep Orde Baru. Kita harus hapuskan dalam sejarah Indonesia," kata pria yang pernah dibui di LP Sukamiskin saat pemerintahan Soeharto itu.
(ana/nvt)











































