Rizal Ramli: Indonesia Bukan Negara Intelijen

Terkait Rusuh Demo 24 Juni

Rizal Ramli: Indonesia Bukan Negara Intelijen

- detikNews
Sabtu, 05 Jul 2008 12:47 WIB
Jakarta - Rizal Ramli berkali-kali dikabarkan akan ditangkap terkait kerusuhan pada demo mahasiswa di depan Gedung DPR dan Universitas Atma Jaya Jakarta, 24 Juni 2008 lalu. Ketua Komite Bangkit Indonesia (KBI) itu meminta semuanya dibuktikan secara hukum.

"Soal penjara, buktikan secara hukum. Indonesia bukan negara intelijen," kata Rizal Ramli di sela-sela launching tabloid Indonesia Monitor di Hotel Century Park, kawasan Senayan, Jakarta, Sabtu (5/7/2008).

Menurut ahli ekonomi ini, ada upaya sistematis memberikan stigma kepada para aktivis yang ingin memperjuangkan kehidupan rakyat. Hal itu pun sangat disayangkan dia. "Kalaupun ada yang melakukan kekerasan, silakan diperiksa. Tapi jangan berikan stigma," ujarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Rizal, sejak dulu kalau ada tokoh nasional yang memperjuangkan kehidupan rakyat agar lebih baik, Belanda suka memberikan stigma. Hal serupa juga terjadi pada zaman Orde Baru.

"Menurut kami ini tidak benar. Penggunaan kosa kata itu konsep Orde Baru. Kita harus hapuskan dalam sejarah Indonesia," kata pria yang pernah dibui di LP Sukamiskin saat pemerintahan Soeharto itu.
(ana/nvt)



Berita Terkait