"Padahal sebelumnya setiap tiga bulan sekali biasanya mengirim uang. Biasanya kalau kirim uang sekitar Rp 5 juta," ujar Nurkholis ketika ditemui detikcom di rumahnya yang terletak di RT 7 RW II Dusun Salamrejo Desa Tulungrejo, Kecamatan Glenmore, Banyuwangi, Jumat (4/7/2008).
Namun, lanjut Nurkholis, dirinya tidak pernah menanyakan kenapa Tri, panggilan akrab Timasyami, kenapa tidak mengirim uang. Bahkan selama berada di Belgia bersama bosnya, Tri jarang berkomunikasi dengan dirinya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Demikian juga hubungannya dengan tetangga sekitar. Keluarga Nurkholis dikenal sangat baik sehingga warga mengaku penasaran atas apa yang terjadi pada Trimasyami.
"Yang saya tahu bosnya masih bujangan," kata Daliyani salah satu tetangga Tri.
Sementara itu, Kepala Desa Tulungrejo, Widi Purnomo, mengaku kaget atas apa yang menimpa warganya. Dia juga berharap warganya tersebut bisa pulang dan mendapatkan semua hak-haknya.
Widi mengatakan, telah menyampaikan kasus yang menimpa Tri kepada pihak yang berwenang. "Kita tunggu kabar lebih lanjut, karena menurut suaminya sudah ada polisi dari Surabaya yang akan berangkata ke Belgia. Kalau tidak ada kelanjutan akan segera kami sampaikan pada pihak Disnaker," tegasnya.
Trimasyami menjadi korban perbudakan oleh majikannya, Syaikha, dari Uni Emirat Arab di Hotel Conrad, Brussel, Belgia. Tri bekerja siang malam dan hanya diberi waktu 4-5 jam untuk beristirahat. (fat/irw)











































