Peristiwa itu terjadi Kamis, 3/7/2008, di desa Chelopechene, Kremikovtsi, 15 km dari Kota Sofia dan dekat Bandara Sofia, Bulgaria.
Empat jam kemudian terjadi ledakan susulan di 3 gudang lainnya. Polisi, tentara, civil defence service (Hansip), dan pemadam kebakaran segera dikerahkan ke lokasi kejadian, Koordinator Pelaksana Fungsi Pensosbud, Protokol dan Konsuler KBRI Sofia Aditya Timoranto kepada detikcom melaporkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menanggapi kekhawatiran mengenai adanya polusi kimia yang membahayakan warga, Kepala Kabinet Kantor Presiden, Nikola Kolev, menyatakan bahwa gudang tersebut hanya menyimpan bahan amunisi konvensional dan tidak menimbulkan risiko polusi udara kimia yang berbahaya. Meskipun demikian terdapat 20 ton bahan peledak TNT berusia tua yang sangat berbahaya.
Saat ini sekitar 1.500 penduduk yang tinggal dalam radius 6 km dari lokasi kejadian telah diungsikan untuk mengantisipasi adanya ledakan susulan berikutnya.
Sementara korban material dilaporkan berupa kerusakan ringan bangunan-bangunan di sekitar lokasi kejadian dan di Terminal 1 Bandara Sofia. Bandara ini sempat ditutup dan pesawat-pesawat yang dijadwalkan mendarat terpaksa dialihkan ke bandara di Kota Plovdiv.
Hingga saat ini penyelidikan masih terus dilakukan dan belum ada keterangan resmi mengenai penyebab ledakan dan data mengenai korban jiwa dan material. (es/es)











































