Menurut salah satu warga yang tinggal di sekitar lokasi, Sulianto, lumpur itu muncul pertama kali sejak Minggu 29 Juni. Hingga Jumat (4/7/2008), gundukan lumpur telah mencapai 40 cm.
"Awalnya hanya semburan kecil seperti ombak meletup-letup kayak air mendidih. Sekarang terus membesar," kata pria 60 tahun itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Belum tampak petugas yang mendatangi semburan itu. Apa yang menyebabkan lumpur itu menyembur juga belum diketahui. (ken/nrl)










































