Samir Abdullah percaya Obama akan membantu proses negosiasi terbentuknya negara Palestina merdeka. Hal itu diungkapkan Abdullah dalam kunjungan ke Tokyo, Kamis 3 Juli 2008.
"Dia berjanji bahwa dia tidak akan menunggu sampai akhir jabatannya untuk memulai negosiasi dan dia akan melakukannya dari hari pertama. Saya berharap dia akan memenuhi janjinya," kata Abdullah seperti dilansir AFP, Jumat (4/7/2008).
Pernyataan Abdullah menunggu akhir jabatan ini merujuk pada George W Bush. Bush baru berinisiatif melakukan negosiasi tentang negara Palestina ini mulai akhir tahun lalu. Abdullah pun pesimistis hasil pertemuan di Annapolis November lalu itu bisa mencapai kesepakatan Palestina merdeka itu pada akhir 2008 ini.
"Saya bisa katakan sangat sulit menyimpulkan hasil pertemuan tahun ini," imbuh Abdullah yang juga ikut dalam pertemuan di Annapolis.
Pujian Abdullah pada Obama hanya berselang sebulan setelah suami Michelle Obama itu membuat pernyataan tajam. Palestina marah karena Obama menyatakan Jerusalem harus tetap sebagai ibukota tak terpisahkan dari negara Yahudi. (aba/ana)











































