WNI Korban 'Perbudakan' Itu Trimasyami dari Banyuwangi

Skandal Syaikha Emirat

WNI Korban 'Perbudakan' Itu Trimasyami dari Banyuwangi

- detikNews
Jumat, 04 Jul 2008 07:50 WIB
WNI Korban Perbudakan Itu Trimasyami dari Banyuwangi
Brussel - Identitas WNI yang diperlakukan kurang manusiawi oleh Syaikha dari Uni Emirat Arab di Conrad Hotel, Brussel, telah dipastikan oleh KBRI Brussel.

"Namanya Trimasyami Sakirin Ahmad dari Banyuwangi," demikian Koordinator Pelaksana Fungsi Konsuler KBRI Brussel Sigit S. Widiyanto saat dihubungi detikcom, Kamis petang atau Jumat (4/7/2008) WIB.

Perempuan kelahiran 9/10/1979 ini beralamat di Salam Rejo, Tulung Rejo, Banyuwangi, dengan paspor nomor AB556xxx, yang dikeluarkan KBRI Abu Dhabi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Sigit, pihaknya saat ini sudah mendapat akses langsung ke Trimasyami dan memberikan bantuan kekonsuleran untuk melindungi hak-hak dan menjamin kesejahteraannya.

Trimasyami dibawa majikannya, Syaikha berinisial R (adik Syaikha Samma) ke Brussel, Belgia, untuk tujuan berobat. Gelar Syaikha ini adalah Princess dalam terjemahan berbahasa Inggris yang diterima detikcom, yang menunjukkan bahwa R berdarah biru.

Bersama 16 pembantu rumahtangga lainnya yang berasal dari Filipina, Bangladesh dan Maroko, Trimasyami harus melayani Syaikha R dan empat anaknya di lantai 4 Conrad Hotel, Brussel.

Perlu diketahui, satu kamar saja dari tipe Royal Suite yang ditempati Syaikha R itu tarifnya EUR4.500 (Rp65.025.000) per malam. Sang Syaikha menyewa seluruh kamar di lantai teratas hotel termahal di Brussel itu untuk masa 12 bulan!

Persoalan muncul ketika empat pembantu dari Filipina kabur dan melapor ke polisi (27/6/2008). Dari mereka terungkap bahwa ternyata para pembantu itu harus bekerja hampir siang malam, sementara gaji yang diterima cuma setara EUR170, ada yang EUR150 dan EUR700.

Polisi berbekal surat dari pengadilan akhirnya mengintervensi ke dalam hotel dan mengakhiri praktik yang disebut pers Eropa sebagai 'perbudakan' itu. (bdi/bdi)


Berita Terkait