Syed melontarkan hal itu karena AS berkomentar terhadap kasus dugaan sodomi Anwar. Syed menuding Anwar selalu melapor ke Washington. Padahal, lanjut dia, AS tidak memiliki hak untuk mencampuri urusan dalam negeri Malaysia.
"Jika dia mau menjadi pemimpin negeri ini, dia harus berhenti melakukan hal itu," kata Syed seperti dilansir dari The Star, Kamis (3/7/2008).
Lagipula, lanjut dia, kasus itu masih dalam penyelidikan dan masih belum ada kesimpulan. Menurut Syed, politisi dan tokoh publik tidak kebal hukum.
"Ini bukanlah (soal) politik, tetapi suatu isu yang masih merupakan dugaan yang harus diselidiki. Jadi saya minta ini tidak dipolitisir," ujar Syed yang juga petinggi United Malays National Organisation (UMNO) ini.
Dia pun menyesalkan pernyataan AS terkait kasus dugaan sodomi itu. "AS selalu mencoba memperingati negara-negara kecil seperti kami. Namun kami tidak terganggu atau merasa terganggu sepanjang semuanya sesuai dengan hukum internasional," pungkasnya.
(fiq/fiq)











































