Pria yang sangat peduli babi itu pun dihadiahi penghargaan dari para aktivis People for the Ethical Treatment of Animals (PETA), organisasi yang membela hak-hak binatang. Fan dinilai berjasa karena bersedia merawat seekor babi yang selamat dari bencana gempa berkekuatan 7,9 SR di Sinchuan, China, pada Mei lalu.
Babi yang berhasil hidup setelah melawan maut 36 hari di bawah reruntuhan puing-puing itu kemudian di bawa oleh Fan. Dalam usaha menyelamatkan hidupnya, si babi hanya mengkonsumsi arang kayu dan air hujan untuk minum.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Terima kasih kepada Fan Jianchuan. Perjuangan Zhu Jianqiang yang luar biasa tidak sia-sia," kata Direktur PETA, Jason Baker, seperti dilansir Reuters, Kamis (3/7/2008).
"Zhu Jianqiang membuktikan bahwa babi termasuk miliaran hewan lainnya yang dibunuh untuk makanan. Babi sama-sama memiliki keinginan yang besar untuk selamat seperti manusia dan seluruh hewan lainnya," lanjutnya.
Jason berharap usai mendengar kisah ini, warga China terketuk hatinya untuk tidak lagi memakan babi sebagai makanan utama. Dan tentu saja, mengikuti jejak Fan yang berjanji akan merawat si babi hingga akhir hayatnya.
(ptr/fiq)











































