Chulalongkorn University Thailand mendatangi IPB untuk menandatangani kerjasama tentang pangan halal. Kerjasama meliputi pertukaran staf pengajar, peneliti, mahasiswa, penyelenggaraan seminar dan berbagi informasi serta produksi pangan halal.
"Di sana kami kesulitan mendapatkan pangan halal. Ini menginspirasi kami untuk mendirikan pusat penelitian pangan halal di Chulalongkorn University," ujar Dekan Faculty of Allied Health Sciences Chulalongkorn University Dr Winai Dahlan saat menandatangani MoU di Kampus IPB, Bogor, Kamis (3/7/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia juga berharap kerjasama impor dan ekspor makanan halal dapat lebih ditingkatkan di kawasan ASEAN. Sehingga mengurangi ketergantungan mengimpor dari negara-negara barat.
"Mayoritas kaum muslimin khususnya Indonesia banyak mengimpor makanan dari Eropa, Australia dan Amerika yang belum terjamin kehalalannya," ungkap salah satu keturunan KH Ahmad Dahlan ini.
Chulalongkorn University memilih IPB sebagai salah satu perguruan tinggi di Indonesia yang mayoritas penduduknya Muslim untuk bekerjasama mengembangkan pangan halal dunia.
"Kami membutuhkan banyak masukan konsep pembuatan laboratorium pangan halal di Thailand," pungkasnya. (rdf/fay)











































