FPG Psikopat Kalau Ingin Rebut Ketua Panitia Angket BBM

FPG Psikopat Kalau Ingin Rebut Ketua Panitia Angket BBM

- detikNews
Kamis, 03 Jul 2008 17:17 WIB
Jakarta - Rencana Fraksi Partai Golkar merebut pimpinan panitia angket kenaikan harga BBM, banyak menuai kecaman. Golkar menolak hak angket, namun kini malah ikut berebut menjadi pimpinan panitia.

"Kalau sebelumnya menolak tapi kemudian ingin jadi ketuanya itu psikopat namanya," pengamat politik Soegeng Soerjadi dalam diskusi bertemakan 'Hak Angket Kenaikan Harga BBM' di ruang FKB DPR, Senayan, Jakarta, Kamis ( 3/7/2008).

Menurut dia hak angket harus dijadikan momentum perbaikan sistem pengelolaan energi nasional demi kemakmuran rakyat. Arah kebijakan ekonomi nasional saat ini lebih banyak didikte pihak asing.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini momentum untuk memperbaiki arah kebijakan ekonomi dan sektor energi kita. Nggak bisa dibiarkan lagi. Ini juga bisa dijadikan momentum menjelang 2009 agar nantinya tidak memilih pemimpin yang jadi antek-antek asing," pinta pendiri Soegeng Soerjadi Syndicate (SSS) ini.

Pengamat ekonomi Ichsanuddin Noorsy meminta FKB dan fraksi-fraki lainnya yang mendukung hak angket serius membongkar praktek kotor dalam pengelolaan energi nasional. Jika tidak, dikhawatirkan tingkat ketidakpercayaan publik terhadap parlemen dan parpol semakin meningkat.

"Ketika sudah masuk ke angket, anda telah memasuki kedaulatan rakyat. Kalau anda main-main berarti anda mencederai kedaulatan rakyat. Ini sangat berbahaya," ujarnya.

Ichsanuddin menambahkan, hak angket tidak boleh hanya berhenti pada kenaikan harga BBM semata. Kesalahan mendasar harus diusut dalam pengelolaan energi nasional dan pelanggaran konstitusi yang dilakukan oleh pemerintah. (yid/fay)


Berita Terkait