Eks Kepala RSU Namlea Diringkus di Bandara Pattimura

Eks Kepala RSU Namlea Diringkus di Bandara Pattimura

- detikNews
Kamis, 03 Jul 2008 17:08 WIB
Ambon - Terpidana korupsi proyek sarana dan prasarana dinas kesehatan Kabupaten Buru, dr Salim Alkatiri, diringkus aparat Kejari Ambon. Alkatiri diringkus di Bandara Intenasional, Pattimura, Ambon, saat hendak melarikan diri ke Jakarta.

"Dia hendak lari. Padahal, kita sudah tiga kali melayangkan surat panggilan, tapi tidak diindahkan," ungkap Kejari Ambon, Daniel Palapia, kepada detikcom, di kantor Kejari Ambon, Jl Rijali, Kamis (3/7/2008).

Saat diringkus, mantan Kepala RSU Namlea itu sempat bersitegang dengan tiga petugas Kejari. Alkatiri yang menggunakan stelan baju biru dipadu celana panjang hitam itu sempat juga marah-marah. "Apa yang dilakukan terhadap diri saya, ini ilegal. Saya ini mau bawa uang ratusan juta rupiah milik Pemkab Buru ke Jakarta," ujar Palapia menirukan ucapan Alkatiri.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penangkapan ini sempat menjadi perhatian para penumpang dan penjemput di bandara Internasional Pattimura. Mantan kepala dinas Kesehatan Kabupaten Buru ini kemudian dimasukan ke dalam mobil tahanan milik Kejari Ambon dibawa ke LP Nania, Jl Laksdya Leo Wattimena, Ambon.

Sebelumnya, Mahkamah Agung (MA) menolak kasasi yang diajukan Alkatiri. Penolakan tertuang dalam surat MA nomor: 2349 k/pid/2006 tertanggal 22 Januari 2007, yang diterima Kejari Ambon, 17 April 2008. "Eksekusi kita lakukan, setelah MA menolak kasasi Alkatiri," ujar Palapia.

Sebelumnya mencoba kabur, terpidana Alkatiri, sudah dipanggil Kejari Ambon sebanyak tiga kali. Namun panggilan tersebut tak pernah diindahkan. Kejari Ambon pun meminta bantuan Kejari Namlea untuk melakukan penangkapan.

Mencium gelagat dirinya akan ditangkap, Alkatiri pun diam-diam hendak kabur ke Jakarta. Langkah Alkatiri pun harus terhenti di Bandara Internasional Pattimura, Ambon.
Kasus korupsi dinkas Buru ini, sudah disidik Kejati Maluku, sejak tahun 2003. Akibat tindakan korupsi ini, negara dirugikan Rp 900-an juta.
(han/djo)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads