"Kita terus melakukan peremajaan pesawat TNI AL. Dan kita memesan pada PT DI," kata Kasal Laksamana TNI Sumardjono kepada wartawan di sela-sela peringatan HUT Hari Penerbangan ke-52 TNI AL, di Bandara Juanda, Surabaya, Kamis (3/7/2008).
Sumardjono mengatakan pihaknya akan mengalihkan pembelian pesawat ke dalam negeri dengan memesan ke PT DI. Alasannya jika suatu saat nanti terkena embargo TNI masih bisa memesan pesawat ke dalam negeri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Sumardjono, biaya yang dikeluarkan itu bergantung dari anggaran pemerintah. TNI AL hanya mengajukan sejumlah yang mereka perlukan.
"Kita ikuti anggaran yang diberi pemerintah saja. Kita hanya memesan dan meminta," imbuhnya.
TNI AL mempunyai 68 pesawat dan spesifikasi layak terbang dan sisanya dalam perawatan bertahap. Terkait dengan masih banyaknya kecelakaan pesawat, pihak TNI memberi perhatian yang serius karena menurut Sumardjono penerbangan TNI AL merupakan salah satu komponen SSAT (Sistem Senjata Armada Terpadu).
"Pesawat Nomad itukan kelahiran 1980-an. Tapi secara teknis kita sudah meminta pendapat kepada ahlinya yakni Australia, jika pesawat Nomad yang kita miliki masih layak terbang hingga lima tahun kedepan. Dengan catatan tetap dilakukan pengecekan suku cadang yang harus diganti," tandasnya. (wln/fay)











































