"Barack Obama itu tokoh yang mematahkan pendapat orang kulit hitam itu tidak bisa apa-apa di Amerika," kata mantan politisi PBR yang sekarang merapat ke PPP itu dalam perbincangan santai dengan detikcom, Kamis (3/7/2008).
Setelah lengser dari Senayan, Zaenal kini memiliki banyak waktu untuk mengurus burungnya. Kini dia memelihara 27 ekor burung, 14 di antaranya di Jakarta dan sisanya di Solo, Jawa Tengah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rasa cintanya yang menggebu pada burung-burung membuat dia memberi nama satwa kesayangan itu dengan nama-nama tokoh internasional yang anti-Amerika. Misalnya saja Ahmadinejad dan Fidel Castro. Sedangkan nama Barack Obama dipinjam karena dia orang berkarakter.
Zaenal memelihara burung-burungnya dengan serius termasuk sering ikut lomba. "Seperti beberapa waktu lalu burung anis kembang yang bernama Barack Obama dan cucak hijau Fidel Castro mendapatkan juara nasional lomba suara bagus di Jakarta," kata pengacara Muchdi PR dalam kasus pembunuhan Munir ini dengan bangga.
Zaenal mengaku membeli burung peliharananya pada kisaran Rp 5-10 juta. Tidak pernah dia membeli dengan harga ratusan juta. "Saya beli murah-murah dan nggak mau beli yang berlebihan. Dulu ada kesalahan fatal soal harga burung yang mati bernama Hugo Chaves. Burung saya tidak pernah lebih dari Rp 10 juta," kata lulusan Fakultas Hukum UGM 1981 ini.
Pria beristri dua ini mengaku tak berniat menjual burung-burung yang terdiri dari anis kembang, anis rame dan cucok rowo itu. Meski burung-burung tersebut selalu menang lomba dalam setiap kejuaraan, yang kalau dijual harganya pasti meroket.
"Masak mantan pimpinan DPR berprofesi sebagai penjual burung?" canda Zaenal.
(nik/nrl)










































