Namun pengamat intelijen Wawan Purwanto menilai untuk menduga ini gerakan JI atau bukan masih bias, pasalnya perekrutan anggota terorisme baru sangat mudah dilakukan. Jadi bisa saja kelompok di Palembang itu merupakan kelompok baru.
"Untuk merekrut orang baru yang seafiliasi dan sepahaman bukan hal yang sulit. Bisa dalam bentuk small group-small group. Siapa saja bisa direkrut kemudian dicuci otaknya," ujar Wawan Purwanto dalam perbincangan dengan detikcom, Kamis (3/7/2008) pukul 08.00 WIB.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun demikian Wawan mengakui bahwa JI masih ada, meski sudah melemah.
"Jaringan JI masih ada, tetapi sudah terkikis dan melemah pasca Bom Bali, karena anggotanya sendiri sudah banyak yang tertangkap dan sudah ada yang tidak setuju dengan gerakan tersebut," katanya.
Wawan juga mengapresiasi pihak kepolisian, dalam hal ini Densus 88 atas penangkapan yang dilakukannya sejak awal pekan ini. Namun, menurutnya upaya yang mendasar dalam memberantas terorisme adalah penyadaran-penyadaran akidah dalam masyarakat sendiri.
(nrl/nrl)











































