Dipimpin konduktor Avip Priatna, mereka mengawali penampilannya dengan lagu-lagu Sik-sik Sibatumanikam (Sumatera Utara), Bubuy Bulan (Jawa Barat), dan Luk-luk Lumbu (Jawa Timur).
Disusul dengan lagu-lagu dari Ambon seperti Mande-Mande dan Jangan Undure, kemudian Marencong-rencong (Makassar), Janger (Bali) dan Yamko Rambe Yamko (Papua). Dua lagu terakhir tersebut mereka iringi dengan tarian memukau. Sedangkan Tari Saman (Aceh) nan ritmik dan dinamik menjadi pamungkas yang menuai aplaus panjang.
Kejutan yang memantik ekstra pesona terjadi ketika di luar dugaan mereka masih menyuguhkan lagu-lagu populer Ceko seperti Skoda Lasky, Cechy Krasne dan V Kolaji Voda. Seluruh penampilan mereka disiarkan Ceska Televize dalam acara kebudayaan.
Menurut Korfungsi Pensosbud Azis Nurwahyudi, PSM Unpar hadir atas kerjasama KBRI Praha dan Museum Nasional Ceko sebagai tamu kehormatan dalam rangka peringatan 50 Tahun Perjanjian Kebudayaan Indonesia-Ceko dan 190 Tahun Museum Nasional Ceko.
Setelah tampil di Ceko, PSM Unpar akan mengikuti kompetisi paduan suara internasional di Spittal, Austria dan tampil di Bratislava, Slovakia.
Sebelumnya mereka juga telah menyedot perhatian pada Jihlava International Choir Festival di kota Jihlava pada Sabtu (28/6/2008), sebagai peserta tamu satu-satunya dari Asia. Para penonton memberikan sambutan luarbiasa dengan standing ovation.
(es/es)











































