Pengamat: Menteri Sontoloyo itu Peringatan Dini

Pengamat: Menteri Sontoloyo itu Peringatan Dini

- detikNews
Rabu, 02 Jul 2008 23:08 WIB
Jakarta - Pernyataan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Syamsir Siregar adanya menteri sontoloyo diyakini sebagai bentuk early warning (peringatan dini). Peringatan itu ditujukan kepada eksekutif dan legislatif agar menjaga kesepakatan untuk jalannya pemerintahan SBY-JK selesai lima tahun.

"Itu adalah early warning, itu adalah peringatan dini agar kembali ke kesepakatan. Karena sudah ada kesepakatan di rapat kabinet," kata pengamat intelijen Wawan H Purwanto saat ditemui di Pancoran, Jakarta Selatan, Rabu (2/7/2008).

Yang dimaksud kesepakatan di rapat kabinet oleh Wawan adalah apa pun hasil Pemilu 2004 silam harus diamankan sampai berakhirnya jabatan SBY-JK sebagai presiden dan wapres.Β  "Jangan sampai tumbang di tengah jalan, jangan sampai amanat lima tahun tidak kesampaian, jangan sampai mementahkan amanat di tengah jalan. Itu untuk mengamankan program pembangunan," ungkapnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ketika ditanya bahwa Ferry Djoko Yuliantono sebelumnya sudah bertemu dengan Syamsir Siregar dan kenapa tidak diantisipasi tindakan unjuk rasa yang anarkis. Wawan menyatakan, sebenarnya BIN sudah melakukan antisipasi guna mencegah kejadian lebih besar.

"Sebab infonya akan diikuti 8.000 orang, tapi kejadiannya kan tidak sebanyak itu. Jadi pertemuan beliau dan Ferry itu kembalikan kepada yang bersangkutan, karena keduanya yang tahu. Sebab, bila demo sudah dihadang sejak awal, itu juga kan nantinya akan melanggar UU," ujarnya.

Mengenai kenapa BIN sebagai lembaga intelijen yang rahasia justru menyebutkan nama secara gamblang tentang aksi kerusuhan demo 24 Juni lalu. Hal ini, menurut Wawan, dikarenakan saat ini eranya keterbukaan. Tentunya berbeda dengan paradigma intelijen di masa lalu. Bahkan, institusi intelijen di sebagian besar negara lain pun, termasuk Israel sudah sangat terbuka.

"Hal-hal yang sifatnya membahayakan atau mengganggu keamanan negara itu diumumkan ke publik, bahkan sampai ada fotonya segala," imbuh Wawan. (zal/aba)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads