Agus adalah mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Dia ditangkap aparat Polda Metro Jaya di stasiun Jatinegara, Jakarta Timur. Agus diduga terkait demo mahasiswa di DPR dan depan Unika Atma Jaya yang berakhir rusuh. Pasca penangkapan, keberadaan Agus masih belum diketahui.
Puluhan mahasiswa dari Sekolah Bersama (sekber) Yogyakarta, itu mendatangi kantor LBH Yogyakarta, Jl Haji Agus Salim, Rabu (2/7/2008). Mereka meminta perlindungan hukum dan
menuntut aparat segera membebaskan Agus.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami ke LBH untuk meminta perlindungan hukum. Kami juga meminta LBH untuk mengupayakan agar Agus dibebaskan," kata Supranto.
Menurut Suprapto, sejak Jumat 27 Juni Agus tidak bisa dikontak. Mereka berulangkali mencoba menghubungi handphone yang dibawa Agus, namun tak berhasil. "Kami juga tidak tahu apakah Agus masih ditahan di Polda Metro Jaya atau tidak. Teman-teman di Jakarta juga tidak mengetahui keberadaannya," kata Suprapto.
Supranto menuturkan sebanyak 23 mahasiswa Yogya, termasuk Agus, pergi ke Jakarta untuk memenuhi undangan silaturahmi dan seminar kenaikan harga BBM di Tugu Poroklamasi pada 23 Juni 2008. Mereka berangkat dari Yogyakarta dengan mencarter bis yang dipimpin Agus Bintoro pada 22 Juni.
Acara di Tugu Proklamasi hanya berlangsung satu hari. Namun mereka tidak langsung pulang, tetapi bermalam di sekitar Tugu Proklamasi bersama mahasiswa lainnya. Keesokan harinya, Selasa 24 Juni, ada demo mahasiswa di depan Tugu Proklamasi, sekitar pukul 11.00 WIB.
Para mahasiswa Yogya ini pun kemudian disuruh ikut longmarch ke gedung DPR. Namun ketika sampai di depan gerbang DPR, meski belum terjadi kerusuhan, rombongan mereka terpecah. "Banyak mahasiswa tak dikenal di dalam rombongan, baik di DPR maupun di depan Atma Jaya," cerita Supranto.
Selanjutnya, saat terjadi aksi sweeping dan pembakaran kendaraan plat merah, Agus sempat meminta teman-temannya bergerak menuju kampus UKI. Mereka tiba di UKI sekitar pukul 19.00 WIB.
Setelah beristirahat di UKI, Rabu 25 Juni 2008, rombongan memutuskan pulang ke Yogya dengan KA ekonomi Progo dari Stasiun Jatinegara. Namun sekitar pukul 20.00 WIB, saat mahasiswa duduk-duduk di peron, tiba-tiba mereka dikepung puluhan aparat berpakaian preman.
"Kami digiring keluar stasiun kemudian diangkut dengan truk ke Polda Metro Jaya sekitar pukul 20.40 WIB," katanya.
Selama di Polda, 23 mahasiswa kemudian di foto, diambil sidik jari dan diinterograsi petugas hingga Kamis 26 Juni pukul 14.00 WIB. Saat diperiksa rombongan didampingi kuasa hukum dari Atma Jaya Jakarta. Materi pemeriksaan berkaitan dengan aksi demo hingga kerusuhan pembakaran mobil.
"Baru setelah pukul 16.00 WIB semua rombongan Yogyakarta baru dilepaskan. Setelah kami cek, hanya 22 mahasiswa yang dilepas. Sedang Agus tetap diperiksa karena dianggap sebagai koordinator. Sampai kini kami tak tahu keberadaan dia di mana," pungkas Supranto. (bgs/djo)











































