"Koalisi permanen artinya punya kekuatasn yang cukup dan terhindar dari perpecahan di internal partai. Bukan koalisi kawin cerai seperti sekarang," kata Wakil Ketua MPR Aksa Mahmud di sela-sela Dialog Publik Parpol Islam dan Tantangan Pemilu 2009, di Hotel Kartika Chandra, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (2/7/2008).
Menurut Aksa, parpol Islam sulit berkoalisi saat ini, karena wacana koalisi belum pernah dibicarakan mereka. Parpol nasionalis saja belum pernah berhasil dalam koalisi, apalagi parpol Islam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Aksa tidak sependapat kesulitan parpol Islam berkoalisi karena perbedaan ideologi. Aksa menjelaskan, ideologi parpol-parpol Islam sebenarnya sama, yang beda adalah soal kepentingannya.
"Oleh karena itu, parpol-parpol Islam akan mempunyai kekuatan dengan koalisi. Kalau ini bisa dilakukan bisa merebut 30 persen suara. Ini sesuatu kekuatan, karena untuk mendapatkan suara sebanyak 30 persen saat ini sangat berat," ungkapnya.
Lanjut Aksa, hambatan koalisi partai-partai Islam ada pada para pimpinan di parpol Islam itu sendiri. "Jadi harus samakan dulu persepsi dan pemikirannya, setelah itu baru jalan, begitu juga dengan partai nasional lainnya," imbuhnya. (zal/fay)











































