Intelijen di Negara Asing Tertutup & Pendiam

Effendy Gazali:

Intelijen di Negara Asing Tertutup & Pendiam

- detikNews
Rabu, 02 Jul 2008 14:02 WIB
Jakarta - Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Syamsir Siregar boleh saja mengumbar banyak fakta ke media. Namun di negara lain, intelijen memilih untuk mengunci rapat-rapat rahasia yang ditemukannya.

"Yang saya tahu, di negara lain orang-orang intelijen itu biasanya lebih tertutup dan lebih pendiam," ujar Pakar Komunikasi politik dari UI Effendy Gazali.

Hal itu disampaikan dia dalam diskusi launching buku bertajuk 'Negara Antara Ada dan Tiada dan Negeri Para Mafioso' karangan Denny Indrayana di Universitas Paramadina, Jl Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Rabu (2/7/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penggagas acara News Dot Com ini menolak berkomentar soal kata 'sontoloyo' yang dikeluarkan Syamsir. Namun menurutnya, setiap orang punya gaya bicara sendiri.

"Yang menjadi pertanyaan cocok atau tidak bicara seperti itu dan apakah itu efektif atau tidak," kata dia.

Ucapan Syamsir menyemprotkan kata 'sontoloyo' ditujukan bagi menteri parpol yang berkaki dua mendukung hak angket kenaikan harga BBM.
(nik/fiq)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads