Β
"Insya Allah, dia (Anwar dan pengadu) akan selamat dan tidak akan dizalimi," kata Perdana Menteri Malaysia Ahmad Badawi sepeti dilansir Harian Utusan Malaysia, Rabu (2/7/2008).
Pernyataan Badawi tersebut diungkapkan setelah menerima kedatangan istri Anwar, Dr. Wan Azizah Wan Ismail di parlemen, Selasa 1 Juli. Wan Azizah menemui Badawi pada pukul 16.00 waktu setempat untuk meminta jaminan keselamatan terhadap suaminya terkait ancaman pembunuhan dalam kasus sodomi.
Β
Dalam pertemuan yang berlangsung selama 20 menit, Wan Azizah yang ditemani anaknya, Nurul Izzah, berharap suaminya tidak akan dizalimi apabila penyelidikan oleh kepolisian dilakukan.
Menanggapi permintaan Wan Azizah itu Badawi mengatakan, pemerintah memberikan jaminan keselamatan kepada Anwar dan pihak pengadu. Namun hal ini tidak berarti upaya pemerintah untuk mencampuri penyelidikan yang sedang berlangsung. Sebab pemerintah meyakini kepolisian akan melakukan penyelidikan sesuai undang-undang.
Β
Badawi juga menyayangkan ada pihak-pihak yang memperkeruh suasana dengan menginformasikan ada upaya pembunuhan terhadap Anwar. Dia mendesak agar pihak-pihak itu untuk membuat laporan tertulis kepada polisi.
Β
"Jangan membuat tudingan dan isu, ini yang tidak baik. Dalam kasus seperti ini, jangan ada pihak yang buat andaian, spekulasi dan melempar tuduhan sembarangan. Biarlah penyelidikan kasus ini dijalankan dengan baik, profesional dan adil," tegasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Β
"Kerajaan tidak akan malakukan apa-apa yang berupa penganiayaan dan tuduhan yang tidak berasas terhadap pihak manapun. Jadi jika ada yang mengatakan pemerintah melakukan apa yang disebut sebagai konspirasi, maka itu tidak betul," cetusnya.
Soal laporan Anwar mengenai keterlibatan Jaksa Agung Abdul Gani Patail dan Kepala Kepolisian Negara Musa Hassan dalam konspirasi menjatuhkannya pada 1998 silam, Badawi hanya mengatakan, kepolisian sedang menindaklajuti laporan tersebut.
Β
Mohd Saiful Bukhari Azlan (23), mantan pembantu Anwar, melaporkan telah disodomi Anwar ke Kantor Polisi Hospital Kuala Lumpur (HKL) pada Sabtu 28 Juni.
Menurut Saeful, perbuatan itu dilakukan Anwar beberapa kali, terakhir di sebuah kondominium di Damansara pada 26 Jun 2008.
Kubu Anwar menilai tudingan itu sebagai fitnah dan konspirasi untuk menghancurkan karier politik penasehat Partai Keadilan Rakyat itu. Anwar yang juga eks deputi Perdana Menteri Malaysia itu juga mengaku dirinya mendapat ancaman pembunuhan dari lawan politik. (rmd/djo)











































