"Kita sedang mempelajari dokumen-dokumen komputer apakah barang bukti itu relevan," kata Wakil Ketua KPK Bidang Penyidikan Chandra Hamzah.
Hal itu disampaikan dia usai pelucuran buku 'Negara Antara Ada dan Tiada dan Negeri Para Mafioso' di Universitas Paramadina, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (2/7/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dua hari lagilah kita bikin laporan penggeledahan," katanya.
Menurut Chandra, hingga saat ini KPK masih mengembangkan kasus suap proyek kapal patroli yang diduga melibatkan anggota DPR Bulyan Royan itu. Keterangan dari Bulyan dan direktur salah satu perusahaan pemenang tender, DS masih dikumpulkan. (ken/ana)











































