KPK Sita 12 Kardus, 2 Koper dan 1 Tas Dokumen dari Dephub

KPK Sita 12 Kardus, 2 Koper dan 1 Tas Dokumen dari Dephub

- detikNews
Selasa, 01 Jul 2008 23:56 WIB
Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) selesai menggeledah Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Ditjen Hubla) Dephub. KPK membawa 12 kardus, 2 koper besar dan 1 tas dokumen.

Penggeledahan yang dimulai pukul 18.00 WIB itu akhirnya berakhir sekitar pukul 22.50 WIB.

Ada 2 titik penggeledahan KPK yang dilakukan di Gedung Dephub, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (1/7/2008). Yaitu lantai 4 Gedung Karsa, dan lantai 13 Gedung Karya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pantauan detikcom di lantai 4 Gedung Karsa, penggeledahan petugas KPK selesai pukul 22.40 WIB. Petugas KPK terlihat membawa 6 kardus bekas wadah kertas HVS, 1 koper besar. Tak ada petugas yang mengeluarkan pernyataan tentang penggeledahan itu.

"Saya nggak tahu, saya cuma suruhan," ujar salah satu petugas KPK ketika ditanya tentang penggeledahan itu.

Ruangan yang digeledah di lantai 4 meliputi ruangan Dirjen Hubla, Sesditjen Hubla, dan ruangan Kapusdalops Ditjen Hubla. Setelah menggeledah, para petugas itu langsung pergi darai Gedung Dephub dengan 3 Kijang Innova.

Sedangkan pantauan detikcom di lantai 13, yang digeledah adalah ruangan Direkorat Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) Ditjen Hubla.

15 Petugas KPK terlihat membawa 6 kardus bekas kertas HVS, 1 koper dan 1 tas hitam berisi berkas. Petugas yang memeriksa di lantai ini juga tak ada yang mau berkomentar.

"Langsung ke mobil ya. Nanti langsung ke mobil ya," kata salah seorang dari mereka.

Sesampainya di lantai dasar gedung itu, para petugas tampak sigap langsung memasuki mobil. Salah seorang petugas tampak memeriksa semua mobil.

"Ada yang ketinggalan nggak? Ada yang ketinggalan nggak?" kata petugas itu sebelum akhirnya meninggalkan Dephub.

Sementara itu Kepala Pusat Komunikasi Publik Dephub Bambang S Ervan mengatakan, tidak mengetahui apa saja yang dibawa KPK.

"Wah saya nggak tahu. Tapi mereka pasti akan kasih tahu nanti," ujar Bambang. (nwk/nwk)


Berita Terkait