Ini merupakan penghargaan pertama kali dalam sejarah, yang diberikan Pemerintah Daerah Bali kepada Perwakilan RI di luarnegeri. Penganugerahan penghargaan ini berbarengan dengan tiga dasawarsa Pesta Kesenian Bali ke-30 (30th Bali Arts Festival), 14 Juni s/d 14 Juli 2008.
"Bagi KBRI Brussel ini juga merupakan tanda penghargaan simpatik yang diterima pertama kalinya dalam perjalanan memasuki usia ke-60 peringatan hubungan diplomatik Indonesia-Belgia pada 2009 mendatang," ujar Koordinator Pelaksana Fungsi Penerangan, Sosial Budaya dan Diplomasi Publik P.L.E. Priatna kepada detikcom langsung melalui kontak telepon Den Haag-Denpasar hari ini, Selasa (1/7/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pemerintah Daerah Bali menyampaikan penghargaan dan ucapan terimakasih atas jasa dan partisipasi yang telah diberikan selama ini, dengan harapan agar di masa mendatang kerjasama erat yang terjalin terus dapat ditingkatkan dan dikembangkan," kata Dewa Beratha.
Β
Dubes Nadjib dalam sambutannya mengatakan bahwa penghargaan ini merupakan apresiasi tinggi dan pengakuan atas upaya dan kinerja KBRI Brussel dalam mempromosikan seni budaya dan pariwisata, khususnya Bali.
"Penghargaan ini kiranya dapat menjadi referensi mengairahkan bagi perwakilan RI di mancanegara, untuk bersama-sama lebih mendorong promosi Indonesia dan Bali di wilayah Eropa pada umumnya," demikian Nadjib.
Β
Selain KBRI Brussel, tanda penghargaan juga diberikan kepada 10 budayawan dan seniman Bali ternama dengan token sebesar masing-masing Rp 5 juta. Mereka antara lain I Gusti Putu Gde Wedhasmara (76 tahun), pencipta lagu populer berjudul "Malam Kenangan" dan "Berpisah di St Carolus."
I Dewa Gde Negara (79 tahun), penambuh gender dari Bangli. I Gusti Ayu Raka Rasmi (69 tahun), penari top Oleg Tamulilingan ke mancanegara. Ni Wayan Kerti (67 tahun), koreografer tari joged Bali. I Gde Karsa (68 tahun), seniman kidung kekawin ayat-ayat suci agama Hindu Bali.
I Ktut Wesen (59 tahun), dalang sohor Wayang Bali dan gong Kebyar. I Nyoman Swiji (71 tahun), dalang sekaligus penari janger dan koreografer. I Gde Derestha (62 tahun), penabuh kendang. I Gde Karsa (68 tahun), sastrawan. I Wayan Tembau Kariasa (63 tahun), dramawan Bali. (es/es)











































