Keamanan di Bener Meriah NAD Bagai Api Dalam Sekam

Keamanan di Bener Meriah NAD Bagai Api Dalam Sekam

- detikNews
Selasa, 01 Jul 2008 16:12 WIB
Medan - Kondisi keamanan di Kabupaten Bener Meriah, Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), tidak seaman yang dibayangkan. Masih banyak pihak bersenjata api yang berkeliaran melakukan kekerasan terhadap warganya.

Hal ini ditegaskan Bupati Bener Meriah Tagore Abubakar saat menjenguk Ardiansyah, korban penyerangan segerombolan orang bersenjata api yang kini sedang di rawat di Rumah Sakit Adam Malik Medan, Selasa (1/7/2008).

Tagore mengatakan, keamanan di Kabupaten Bener Meriah, NAD, tidak berbeda dengan sebelum adanya penandatanganan MoU Perdamaian RI-GAM. "Warga tetap resah. Masih banyak pihak bersenjata yang melakukan kekerasan terhadap rakyat," kata Tagor.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seperti yang dialami Ardiansyah, Kepala Dusun Antara, Desa Semi Antara, Kecamatan Permata, Kabupaten Bener Meriah, NAD. Senin dinihari (30/6/2008) sekitar pukul 02.30 WIB, keluarga Ardiansyah diserang enam orang bersenjata pistol dan senjata laras panjang.

"Korban didatangi ke rumah kemudian ditembaki. Isterinya tewas. Dua anaknya selamat. Apakah ini aman?" tanya Tagor.

Untuk itu, Tagor mengharapkan pemerintah tidak mengatagorikan kasus ini merupakan kasus kecil. "Penyerangan ini bukan dilakukan oknum OTK (orang tidak dikenal), tapi oleh satu kelompok yang tidak suka dengan kedamaian di Aceh," kata Tagor.

Tagor juga mengatakan, usai penyerangan, di sekitar rumah Ardiansyah ditemukan 89 selongsong peluru dan sejumlah peluru AK 47 yang belum ditembakkan.

Menurut Tagor, bukan tidak mungkin aksi kekerasan itu terkait niat Kabupaten Bener Meriah dan Aceh Tengah menjadi provinsi baru. "Bisa saja ada kaitannya. Yang pasti Kepala Dusun di wilayah saya diserang orang bersenjata," ujar Tagor.
(rul/djo)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads