Hal ini ditegaskan Bupati Bener Meriah Tagore Abubakar saat menjenguk Ardiansyah, korban penyerangan segerombolan orang bersenjata api yang kini sedang di rawat di Rumah Sakit Adam Malik Medan, Selasa (1/7/2008).
Tagore mengatakan, keamanan di Kabupaten Bener Meriah, NAD, tidak berbeda dengan sebelum adanya penandatanganan MoU Perdamaian RI-GAM. "Warga tetap resah. Masih banyak pihak bersenjata yang melakukan kekerasan terhadap rakyat," kata Tagor.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Korban didatangi ke rumah kemudian ditembaki. Isterinya tewas. Dua anaknya selamat. Apakah ini aman?" tanya Tagor.
Untuk itu, Tagor mengharapkan pemerintah tidak mengatagorikan kasus ini merupakan kasus kecil. "Penyerangan ini bukan dilakukan oknum OTK (orang tidak dikenal), tapi oleh satu kelompok yang tidak suka dengan kedamaian di Aceh," kata Tagor.
Tagor juga mengatakan, usai penyerangan, di sekitar rumah Ardiansyah ditemukan 89 selongsong peluru dan sejumlah peluru AK 47 yang belum ditembakkan.
Menurut Tagor, bukan tidak mungkin aksi kekerasan itu terkait niat Kabupaten Bener Meriah dan Aceh Tengah menjadi provinsi baru. "Bisa saja ada kaitannya. Yang pasti Kepala Dusun di wilayah saya diserang orang bersenjata," ujar Tagor.
(rul/djo)











































