Dalam sidang di Pengadilan Tipikor, Senin kemarin, hakim membacakan perbincangan Artalyta dengan seorang wanita di Singapura pada 1 Maret 2008. Dalam perbincangan tersebut, Artalyta menyebut nama 2 hakim MA, Paulus Effendi Lotulong dan Marina Sidabutar. Disebut-sebut pula, Artalyta mengatakan dia membiayai hakim agung ke Cina.
Menanggapi hal tersebut, Arifin mengaku tidak tahu atas pengakuan Artalyta tersebut. Namun dia berjanji akan mencari tahu apa benar ada hakim agung yang kenal dengan Artalyta dan dibiayai main golf ke Cina.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Arifin, keberangkatan hakim tersebut dipastikan bukan acara dinas. Dia malah terheran-heran mengenai hubungan penyiapan Artalyta dengan hakim agung yang main golf. "Apa itu tanda Artalyta berhasil menguasai MA atau apa," ujarnya singkat.
(ana/fay)










































