Berdasarkan informasi yang dikumpulkan detikcom sampai Selasa (1/7/2008), Al Amin Nasution sebelum aktif di PPP sempat menjadi pengurus Golkar Jambi. Ketika Indonesia di ambang reformasi, Al Amin merupakan Ketua KNPI Jambi dan sekaligus menjadi pengurus Golkar (yang saat itu belum bernama Partai Golkar).
Pilihan Amin yang saat itu masih mahasiswa tentu saja kontroversial mengingat posisi KNPI dan Golkar yang mendukung Soeharto. Kemudian setelah Soeharto tumbang, anak bungsu tokoh NU Jambi almarhum Wahab Nasution itu bergabung dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Anggota Fraksi Partai Demokrat Sarjan Taher juga dilahirkan Golkar. Mirip Al Amin, Sarjan memulai karier politik dari KNPI, dengan jabatan terakhirnya adalah Wakil Ketua KNPI Sumatera Selatan.
Aktivitasnya di KNPI ini membuatnya duduk di DPRD Sumatera Selatan sebagai anggota Fraksi Partai Golkar. Namun, memasuki tahun 2000, Sarjan loncat pagar ke Partai Demokrat.
Sarjan menjadi Ketua Partai Demokrat Sumsel masa bakti 2001-2004, yang kemudian mengantarkannya menjadi anggota DPR periode 2004-2009 dari Fraksi Partai Demokrat.
Anggota DPR terbaru yang ditangkap KPK, Bulyan Royan, juga dulunya aktif di Partai Golkar. Bulyan yang pernah menjadi Bendahara Partai Golkar Riau itu loncat pagar ke Partai Bintang Reformasi dan berhasil maju sebagai anggota DPR dari Fraksi Bintang Reformasi untuk periode 2004-2009. (aba/nrl)











































