Hal ini ia ungkapkan dalam silaturahim dengan peserta Musyawarah Kubro Jam'iyyah Ahlith Thoriqoh di Gedung Serba Guna Asrama Haji Pondok Gede, di Jakarta, Senin (30/6/2008).
"Sebenarnya saya tidak ingin terlalu lama kampanye ini. Bayangkan rakyat dipecah dan dihadap-hadapkan hanya karena perbedaan warna bendera dan jaket partai," ujar SBY.
Presiden khawatir polarisasi masyarakat dalam waktu lama seperti demikian akan berpengaruh pada situasi keamanan dan ketertiban. Padahal sepuluh tahun terakhir bangsa Indonesia telah bekerjakeras dalam menjaga stabilitas nasional setelah sempat terpuruh akibat banyaknya konflik komunal.
Tapi masa kampanye selama 10 bulan adalah amanah UU Pemilu. Maka kini langkah yang paling bisa dilakukan agar kontestan Pemilu berkampanye secara sehat, saling hormati, menjahui tindak kekerasan dan menjunjung tinggi etika politik yang santun.
"Mudah-mudahan pemilu janganlah membuat negara kita tidak stabil lagi. Berpolitiklah yang sehat jauhkan dari kekerasan agar politik kita stabil. Para peserta pemilu juga bangsa kita sendiri, kenapa kita mesti berbenturan dan bentok?" harap SBY. (lh/ndr)











































