"Saya merasa terhina dituduh sebagai pengurus perkara. Saya adalah businessman. Saya punya banyak teman," ungkap Artalyta dalam persidangan di Pengadilan Tipikor, Jl HR Rasuna Said, Jakarta, Senin (30/6/2008).
"Djoko (Djoko Tjandra) dengan saya selevel. Saya sudah mapan. Saya tak ada utang dengan pemerintah, dengan siapa pun," kata Artalyta di hadapan majelis hakim yang diketuai Mansyurdin Chaniago.
"Jika dikatakan saya dimintakan tolong oleh Djoko, apakah saya orangnya Djoko? Jika Pak Sjamsul minta tolong, apakah saya orangnya Sjamsul Nursalim?" pungkas Artalyta.
(aba/ana)











































