"Oh tidak, nggak gitu (kabur). Ada kegiatan di Malaysia untuk menemui beberapa teman. Tidak perlu saya sebutkan ketemu siapa dan untuk apa," kata kuasa hukum Ferry, Sirra Prayuna.
Hal ini disampaikan Sirra usai bertemu Ferry di ruang Bareskrim Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Senin (30/6/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ferry Yuliantono memisahkan diri dari timnya yang akan pulang ke Jakarta. Ferry justru terbang dari Guangzhou, China, menuju Malaysia. Ferry diduga akan melarikan diri ke Dumai atau Tanjung Balai Asahan.
Bantah Suruh Brutal
Dalam kesempatan itu, Sirra menegaskan Ferry tidak pernah menyuruh kelompok masyarakat maupun mahasiswa melakukan tindak kekerasan terhadap aksi penolakan kenaikan harga BBM.
"Bahwa dia menolak kenaikan BBM, itu sikap politisnya," ujar Sirra.
"Yang ingin saya tekankan. Janganlah di era seperti sekarang ini seseorang didiskriminasi atas perbedaan sebuah sikap politik atau pandangan politik dalam mengkritik kebijakan pemerintah," imbaunya.
"Katanya polisi ada bukti?" tanya wartawan.
"Bukti apa," sahut Sirra balik bertanya.
Menurut dia, rapat pada tanggal 19 Mei tidak ada hubungannya dengan kasus rusuh pada 24 Juni. (aan/nrl)











































