"Semua itu jadi masukan berharga," kata Wakil Ketua Umum Golkar Agung Laksono di sela-sela rakornas Badan Pengendali Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Golkar, di Kantor DPP Partai Golkar, Jl Anggrek Nelly Murni, Slipi, Jakarta Barat, Senin (30/6/2008).
Agung juga mengungkapkan, partainya juga melakukan survei internal. "Kita juga melakukan survei in house untuk membandingkan kebenaran, jangan-jangan ada unsur lain," jelasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada yang berpandangan hasil survei sering tidak berhasil, berbeda dari kenyataannya, sehingga banyak yang mempertanyakan hasil survei," pungkasnya.
Hasil survei Indo Barometer terbaru menunjukkan merosotnya popularitas SBY dari 49,5 persen pada Desember 2007 ke angka 20,7 persen pasca kenaikan BBM 24 Mei 2008. Hasil survei yang diumumkan Minggu kemarin ini membuat popularitas SBY berada di bawah rival terdekatnya, Megawati Soekarnoputri, yang mendapat 30,4 persen. Jusuf Kalla menjadi wapres periode 2009-2014 lebih kecil lagi, hanya mendapat 19,7 persen responden. Yang tidak menginginkan sebanyak 64,5 persen dan yang tidak menjawab atau tidak tahu 15,8 persen. (fay/nrl)











































