"Tentu saja, jika mereka (pemerintah) memberi jaminan untuk keselamatan saya hari ini, saya akan meninggalkan Kedutaan (Turki) hari ini juga," kata Anwar kepada AFP dalam wawancara melalui telepon, Senin (30/6/2008).
Anwar boleh trauma karena tuduhan sodomi pernah menyeretnya ke balik terali besi, tepat 10 tahun lalu. Dia juga pernah mengalami pemukulan oleh aparat setelah dipecat dari kursi Deputi Perdana Menteri dan dijerat dengan tuduhan sodomi dan korupsi pada 1998.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Anwar juga menyebut upayanya berlindung di Kedubes Turki itu untuk mencegah aksi unjuk rasa besar-besaran yang akan terjadi jika dia ditangkap.
"Ada dua alasan mengapa saya memutuskan untuk mendatangi Kedutaan (Turki). Ini bukan hanya untuk keamanan pribadi, ini juga untuk stabilitas nasional," ujarnya.
Dia pun kembali menuding bahwa tuduhan melakukan sodomi itu sebagai kasus buatan. Itu sebabnya, dia meragukan proses hukum akan berlangsung adil. Anwar juga menyebut tuduhan itu muncul dari pihak yang khawatir dia menjadi Perdana Menteri.
"Jika ingin memenangkan pertarungan politik, lakukan dengan bersih," cetus Anwar.
(fiq/nrl)










































