"Saya tidak memiliki maksud atau rencana apa pun. Kemarin, seseorang mengirim SMS pada saya (tentang laporan itu). Jika memang begitu, biarlah polisi menyelidiki dan mengambil langkah yang tepat," ujar Badawi seperti diberitakan The New Strait Times, Senin (30/6/2008).
Badawi yang akrab disapa Pak Lah ini merupakan pemimpin koalisi berkuasa di Malaysia, Barisan Nasional, dan juga menjabat sebagai Presiden United Malays National Organization (UMNO). Partai UMNO menang tipis saat pemilu parlemen di Malaysia, awal Maret 2008.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia pun membantah pernyataan sejumlah petinggi Partai Keadilan Rakyat yang menyebut laporan sodomi itu untuk menyudutkan Anwar dan bertujuan untuk menyabotase pergerakan politik Anwar.
"Polisi adalah satu-satunya yang akan menentukan apakah laporan itu benar atau salah. Itu bukan sesuatu yang bisa kita tentukan. Dia (Anwar) tentu saja akan menyangkalnya. Itu adalah wajar untuk seseorang yang telah dituduh," ujarnya.
Badawi menyebut bahwa pelapor kasus ini mempunyai hak untuk mencatatkan laporannya. "Kita tidak bisa menghentikan siapa pun membuat laporan karena itu adalah haknya," imbuhnya.
"Saya tidak ingin mengatakan lebih jauh. Laporan itu sudah diproses, maka biarkan polisi menyelidikinya. Saya tidak memberi instruksi apapun," tegas Badawi.
(fiq/nrl)











































